Sabtu, 29 April 2017

Kumpulan Puisi Sebelum Sendiri karya Aan Mansyur

15.51.00 0 Comments
Buku puisi ini mungil dan sungguh biru
 
Terpujilah Sang Penyair @aanmnsyur yang persembahkan buku puisi begini, selain membekali para pejuang -setipe aku, contohnya- agar tegar dan tetap keren untuk melalui masa unyuh penuh lika-liku demi #sebelumsendiri yang gemilang.
.
Sebagai seorang yang masih sendiri dan ingin mencintai diri sendiri, rasanya seru dan syahdu sungguh ketika menikmati sajak persajak yang -kata bang Penyair, dipersempahkan: kepada seseorang dalam diriku. Yang selalu kuragukan.
.
Tubuh buku puisi ini bernafaskan 4 Daftar Puisi yang memukau -yang dibagi beberapa label penomoran lagi. Diantaranya berjudul Sebelum Sendiri; Berbincang dengan Langit; Seorang Perempuan Mendaki Bukit, dan; Theory of Discoustic : A Remix. (puisi yang ke empat, memuat empat sajak berdasarkan interpretasi bebas dari lagu-mini album grup band folk dari Makassar)
Sebagai seorang perempuan, saya merasa pembentukan rangka puisi ini sungguh bijak sekali. Pemenggalan bait perbaris, ataupun baris perbaitnya sungguh tercipta dari tehnik dari keindahan perasaan yang dibawa oleh kemampuan kelas tinggi, menurutku sih, ya. Secara, aku kalau boleh mengakui: terpesona dengan pemenggalan tiap-kata yang membentuk rima-rima yang rupawan.


 Mostly Recomende, baeah!

Sabtu, 01 April 2017

Novel Semua Ikan di Langit karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

14.15.00 0 Comments
Novel ini berkisah tentang gejolak batin bus dalam kota yang gendut, melakukan perjalanan bersama Anak Laki-laki Kecil yang dipanggilnya Beliau.
Kisahnya dikemas dengan keratif. Pencitraan yang imajinatif, absurd kelas tinggi, pun disertai adanya tokoh-tokoh aneh, seperti;  Nadezhda si kecoa, Bastet si kucing dari Kamar Paling Berantakan di Seluruh Dunia, si Ikan Julung-julung, Chinar si pohon tua yang semakin menggoda perhatian.
Gak nyangka! Sebegini banget! IH!
Nilai plus ilustrasi yang keren dan cantik dari si penulis
"Saya pikir, kakau boleh saya tahu sedikit lagi saja ... mengenai ikan-ikan. Mengapa ikan-ikan? Mengapa mereka mengapung di udara, bukan berenang di air?
Dengan hati yang dijejali rasa penasaran, saya mulai bergerak sedikit. Tapi, sebelum saya melaju, bisa saya dengar C menjawab saya dengan ini:
"Ha! Mereka tidak mengapung di udara! Ha! Mereka berenang di air!" Katanya. Lalu, dia tertawa, sehingga "Ha!"-nya mebjadi "Ha! Hahaha!" dan berkata: "Ha! Seluruh dunia ini adalah air! Ha! Dan, bumi? Ha! Ia hanyalah air yang sedikit dikeringkan!"

saya -bus dalam kota- bilang pada Nad, Pak Sopir dan Pak Kondektur bukan orang-orang yang membuat saya, tapi mereka lah yang membesarkan dan mengurus saya. Sebagian besar bus mengalami hal yang sama dengan saya; dibesarkan orang lain yang bukan merupakan pencipta mereka. Dan mungkin memang lebih baik begitu; dibesarkan orang-orang yang akan menyayangi kami lebih baik daripada hidup bersama orang yang memang membuat kami, tapi tidak peduli pada kami. Yah, mungkin ada yang berpendapat lain. Tapi, menurut saya, lebih baik begitu. (97)

Dikisahkan juga, tentang eksistensi Tuhan -yang dikisahkan seorang kakek cerewet di toko roti. Si kakke awalnya mejelaskan gelisah hidupnya yang pelanag surga dan neraka. walaupun, si Kakek sungguh cerewet dia tetap berbaik hati membuatkan sepatu baru untuk anak muda _Beliau_

Pada bagian yang paling menarik, kisah yang dituturkan Pohon yang sangat BEsar di Luar angakasa., yang batangnya gendut dan tinggi, berwarna coklat dan mengeluarkan cahaya emas yang redup. Pohon itu sangat istimewa; karena satu-satunya pohon di luar angkasa, dan pohon tertua di seluruh jagad raya (pada deskripsi ini, saya teringat pencitraan pohon akhirat di lauh Mahfuz). Pohon itu, namanya Chinar, dan orang -orang mengenalnya sebgai "Pohon Pesawat' yang  bertugas, menjaga ratusan telur yang akan menetas menjafi bayi kecil yang berkilauan. Telur-telur itu seperti akan menjelama anak-anak manusia yang akan menjalani jalan hidupnya.

Ada pula kisah cinta yang dicuplik dari seorang Manusia yang berkunjung dan dikunjungi Beliau dan Bus dalam kota itu; sorang manusia miskin yang tidak punya apapaun kecuali cinta yang tulus kepada seorang gadis. Lelaki itu adalah seorang petani yang mencintai seorang wanita , pemilki peternakan besar yang punya banyak kuda.
kisah cinta yang dimuluskan oleh Beliau terasa sangat manis, meskipun disuguhkan dengan analogi sederhana dari bunga kol yang berubah menjadi  sup yang disajikan si Petani sebagai persembahan cintanya kepada wanitanya. sup itu secara ajaib menluruhkan hati wanita itu dengan cinta yang memantaskan pengorbanan.

"Setiap makhluk punya cara bersedih dan cara menunjukkan kesedihan yang berbeda-beda. tapi, saya rasa, manusia mempunyai cara paling baik. Manusia, ketika bersedih, menangis, Mereka meneteskan air dari mata. Nad yang pintar pernah bilang bahwa air seperti itu keluar karena manusia yang mengeluarkannya itu sudah penuh. Dipenuhi rasa sedih; begitu penuh, sampai tubuh mereka tidak bisa menampungnya lagi. Dan kalau bahkan air mata pun tidak cukup cepat mengeluarkan kesedihan, manusia punya ingus dan kalau masih belum puas juga, mereka punya darah.

"Saya tidak bisa bilang apa-apa. Saya memang tidak tahu apa yang terjadi di langit malam itu. Dan, sejujurna, saya tidak terlalu yakin apa itu galaksi. Sejauh yang saya tahu, bisa saja galaksi itu memang gulali luar angkasa.
Yang saya tahu hanya, bahwa saya mempercayai keajaiban itu bekerja, atau keajaiban itu tiba - saya bisa merasakan kebahagiaan dari mengetahui bahwa keajaiban itu terjadi; itu sudah cukup bagi saya untuk menyandarkan diri pada setiap keputusan yang dibuat bocah kecil yang sendirian di udara itu. Dan kepercayaan seperti ini bukanlah hal yang bisa saya jelaskan kepada Nad, atau siapa pun yang mempertanyakannya. (hal 161)


".. Lalu, Beliau menciptakan manusia. Heheheh ... Di sinilah semuanya jadi kacau. Heheheh ...
Mereka bilang, manusia adalah rangkuman dari jagad raya dalam bentuk makhluk hidup. Heheheh ... Dua mata manusia adalah matahari dan bulan. Heheheh ... Tulang-belulang mereka sekeras batu, daging mereka adalah tanah, urat nadi mereka bagai sungai dengan denyutnya yang mirip debur gelombang air ... Heheheh ... Beliau menuangkan semua hal yang pernah dia buat dan dia cintai dalam satu tubuhh -menjadikanya satu bentuk, dan memberikannya jiwa sendiri ... Heheheh ... (192)

".. Beliau menciptakan manusia dengan hati yang besar supaya bisa mencintai banyak, banyak hal, sebagaimana Beliau mencintai banyak, banyak hal. Heheheh ... Dan, bahkan tanpa memiliki hati pun, Beliau selalu memberikan kemampuan bagi setiap makhluk untuk mencintai dengan cara mereka sendiri. Heheheh ... Orang-orang yang hanya sedikit mencintap8 tidak punya tempat di sisi Beliau. Heheheh ... Tidak akan pernah menjadi ikan di langit yang mengarungi dunia bersama Beliau. Heheheh ...
 Ah, bus yang baiak, Heheheh ... Yang lebih penting daripada mencintai Beliau adalah mencintai segala hal yang Beliau cintai. Heheheh ... (194)

kemudian (pohon) R berkisah tentang; binatang-binatang yang menyayangi anak lelaki, karena dia menyayangi Beliau.

sesungguhnya, si tokoh pencerita Bus dalam Kota yang gendut- sedang bercerita tentang makhluk-makluk yang ada di angakasa. Meskipun, diantara itu makhluk- itu adalah representasi makhluk bumi.